Chat with us, powered by LiveChat

BMKG: Mekanisme Patahan Gempa Banggai Sama dengan di Palu

JAKARTA РKepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan bila mekanisme patahan gempa Banggai Kepuluan Sulawesi Tengah (Sulteng) sama dengan mekanisme patahan pada Gempa Palu pada tahun 2018. Akan tetapi lokasi patahan gempa di Sulteng kali ini berbeda.

“Mekanismenya strike slip, patahan geser sama, hanya lokasinya berbeda,” kata Dwikorita di kantor BMKG, Jakarta Pusat.

Di sisi lain, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan bila pada gempa Palu tahun 2018 silam, patahan terjadi di sesar Palu-Koro dan titik gempa ada di darat. Sementara untuk gempa Sulteng kali ini, titik gempa berada di laut.

“Nah ini ada di laut dan lokasinya cukup jauh, beberapa ratus kilometer cuma mekanismenya sama-sama mendatar, yang satu sumber gempanya di darat sesar Palu-Koro yang fenomenal ya dan itu lebih aktif tingkat kegempaannya dibandingkan yang saat ini terjadi dan ini ada di laut,” jelas Rahmat.

Ia juga menyampaikan pada gempa Palu yang terdahulu juga diikuti dengan terjadinya longsor bawah laut. Untuk gempa Sulteng kali ini tak ditemukan indikasi terjadinya longsoran bawah laut.

“Dalam pengamatan kami tidak ada indikasi adanya longsor, tentunya terus kita monitor,” beber dia.

Diketahui gempa dengan magnitudo 6,9 di Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah (Sulteng) pada pukul 18.40 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian memutakhirkan menjadi magnitudo 6,8 dan mencabut peringatan dini tsunami.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *